Tindakan Keperawatan Gerontik, Pengertian dan Aktifitas Lansia

Tindakan Keperawatan Gerontik

Pelaksanaan tindakan keperawatan gerontik diarahkan untuk mengoptimalkan kondisi lansia agar mampu mandiri dan produktif. Pada tahap ini perawat harus mengetahui berbagai hal, diantaranya bahaya-bahaya fisik dan pelindungan pada lansia, teknik komunikasi, kemampuan dalam prosedur tindakan, pemahaman tentang hak-hak dari lansia dan memahami tingkat perkembangan lansia.

Pengertian Tindakan Keperawatan Gerontik

Tindakan keperawatan gerontik adalah realisasi rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Bacaan Lainnya

Cara Mempertahankan Kemampuan Aktifitas Sehari-Hari Pada Lansia

Strategi mempertahankan kebutuhan aktifitas pada lansia meliputi:

1. Exercise/olahraga bagi lansia sebagai individu/ kelompok

Aktifitas fisik adalah gerakan tubuh yang membutuhkan energi; seperti berjalan, mencuci, menyapu dan sebagainya.

Olah raga adalah aktifitas fisik yang terencana dan terstruktur, melibatkan gerakan tubuh berulang yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani

Manfaat olah raga:

  • Meningkatkan kekuatan jantung sehingga sirkulasi darah meningkat
  • Menurunkan tekanan darah
  • Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi
  • Mencegah jatuh & fraktur
  • Memperkuat sistem imunitas
  • Meningkatkan endorphin zat kimia di otak menurunkan nyeri sehingga perasaan tenang & semangat hidup meningkat
  • Mencegah obesitas
  • Mengurangi kecemasan dan depresi
  • Kepercayaan diri lebih tinggi
  • Menurunkan risiko terjadinya penyakit kencing manis, hipertensi dan jantung
  • Memfasilitasi pemenuhan kebutuhan tidur
  • Mengurangi konstipasi
  • Meningkatkan kekuatan tulang, otot dan fleksibilitas

Latihan senam aerobik adalah olah raga yang membuat jantung dan paru bekerja lebih keras untuk memenuhi peningkatan kebutuhan oksigen.

Contoh: berjalan, berenang, bersepeda atau senam, dilakukan sekurang-kurangnya 30 menit dengan intensitas sedang, dilakukan 5 kali dalam seminggu, 20 menit dengan intensitas tinggi dilakukan  3 kali dalam seminggu, kombinasi 20 menit intensitas tinggi dalam 2 hari dan 20 menit intensitas sedang dalam 2 hari.

Latihan penguatan otot adalah aktifitas yang memperkuat dan menyokong otot dan jaringan ikat. Latihan dirancang supaya otot mampu membentuk kekuatan untuk menggerakkan dan menahan beban seperti aktivitas yang melawan gravitasi (gerakan berdiri dari kursi, ditahan beberapa detik dan dilakukan berulang-ulang). Penguatan otot dilakukan 2 hari dalam seminggu dengan istirahat untuk masing-masing sesi  dan untuk masing-masing kekuatan otot.

Fleksibilitas dan latihan keseimbangan adalah aktifitas untuk membantu mempertahankan rentang gerak sendi (ROM) yang diperlukan untuk melakukan aktifitas fisik dan tugas sehari-hari secara teratur.

2. Terapi Aktifitas Kelompok

Terapi aktivitas pada lansia sebagai individu/kelompok dengan indikasi tertentu. Terapi aktivitas kelompok (TAK) merupakan terapi yang dilakukan atas kelompok penderita bersama-sama dengan berdiskusi satu sama lain yang dipimpin atau diarahkan oleh seseorang terapis.

Tujuan dari terapi aktivitas  kelompok :

  • Mengembangkan stimulasi persepsi
  • Mengembangkan stimulasi sensoris
  • Mengembangkan orientasi realitas
  • Mengembangkan sosialisasi

3. Latihan Kognitif

  • Latihan kemampuan sosial meliputi; melontarkan pertanyaan, memberikan salam, berbicara dengan suara jelas, menghindari kiritik diri atau orang lain
  • Aversion therapy: terapi ini menolong menurunkan frekuensi perilaku yang tidak diinginkan tetapi terus dilakukan. Terapi ini memberikan stimulasi yang membuat cemas atau penolakan pada saat tingkah laku maladaptif dilakukan klien.
  • Contingency therapy: Meliputi kontrak formal antara klien dan terapis tentang definisi perilaku yang akan dirubah atau konsekuensi terhadap perilaku jika dilakukan. Meliputi konsekuensi positif untuk perilaku yang diinginkan dan konsekuensi negatif untuk perilaku yang tidak diinginkan.

Pelajari Juga: Materi Diagnosis Keperawatan Gerontik, Pengertian dan Kategorinya

Penutup

Demikian penjabaran materi tentang tindakan keperawatan gerontik dan cara mempertahankan kemampuan aktifitas sehari-hari pada lansia. Jangan lupa bagikan artikel ini agar lebih banyak sobat perawat yang memahaminya!

5/5 – (3 votes)

DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *