2009 kita akan memasuki sebuah pesta di tanah air, sebuah pesta demokrasi yang banyak menghabiskan uang triliunan rupiah. Calon yang bisa dititipkan suara rakyat agar di menggaung di parlemen di tentukan pada saat itu.
tapi sadarkah kita perawat-perawat Indonesia, pada siapa kita menitipkan suara di Parlemen? yang bisa memperjuangkan profesi kita? yang bisa memperjuangkan nasib perawat? yang bisa memperjuangkan kesehatan masyarakat kita? jawabannya hampir tidak ada.
saatnya kita introspeksi diri, mengapa Undang-undang keperawatan sampai sekarang belum disahkan? mengapa undang-undang yang mengatur dan bisa melindungi perawat sampai sekarang sudah tidak terdengar? apakah Drafnya di parlemen sudah usang dan tidak terbaca lagi oleh anggota dewan? atau kita akan puas kalau undang-undang itu hanya menjadi draf saja? jawabannya tidak lain karena kita tidak punya wakil yang bisa memperjuangkan undang-undang tersebut.
Mari kita lirik profesi guru dan dosen, dengan diterbitkannya Undang-undang guru dan dosen tentu saja mengangkat kesejahteraan mereka, terutama dengan adanya sertifikasi guru dan dosen. mengapa mereka bisa? tentu saja karena mereka memiliki organisasi profesi yang kuat dan mereka banyak memiliki wakil di parlemen. Banyak guru dan dosen, bahkan rektor yang turun gunung masuk dunia politik dan menjadi anggota dewan, tentu saja nantinya mereka akan menjadi pejuang pendidikan dalam dunia politik, dan mereka mendapat dukungan dari teman-teman seprofesinya.
ayo jangan terlena, teman-teman perawat jangan hanya mengusasai ilmu disamping tempat tidur saja, atau ilmu dalam bangsal saja. mari perluas wawasan kita dalam kehidupan sosial dan politik, karena sebenarnya apapun profesi kita, apapun pekerjaan kita, apapun status sosial kita, kita adalah makhluk politik, kita selalu terlibat dalam dunia politik baik itu langsung maupun tidak langsung. Apabila kita terlena kita akan hanya dijadikan sebagai objek dan korban politik.
Mari kita dukung perawat-perawat yang memiliki integritas dan mencalonkan diri menjadi anggota Dewan untuk mensuarakan profesi kita di Parlemen. Mari kita kembangkan pengetahuan kita tidak hanya terbatas pada ilmu keperawatan. Tidak ada salahnya perawat menguasai ilmu politik, ilmu sosial, ilmu hukum, dan ilmu lainnya. Niscaya kita akan menjadi profesi yang kuat. (subhan kadir_pstw gau mabaji)
Salam kenal Bung Subhan,
Sebelumnya terima kasih atas dukungannya, kebetulan saya adalah Caleg untuk DPRD Tk. II Kota Yogyakarta dari PPRN (Profil lengkap saya dapat diklik di ijrsh.wordpress.com)
Kebetulan hal-hal yang bung Subhan tuliskan diatas, juga adalah hal-hal yang selama ini saya suarakan di sekitar kehidupan saya. Di RS Bethesda tempat saya mengabdikan ilmu keperawatan. Di kampus-kampus Akper, S1 Keperawatan UGM, Forum-forum Diskusi atau seminar serta langsung kepada masyarakat baik perorangan maupun kelompok (Mengambil kesempatan obrolan ringan, memberikan konsultasi pada klien yang datang ke rumah ataupun forum rapat RT). Sehingga tak perlu ragu lagi bung. Kini saatnya kita bergerak bersama mewujudkan cita-cita tersebut, sembari terus membenahi kapabilitas keorganisasian profesi kita di semua tingkatan. Saya harapkan kita akan selalu bahu membahu dan aktif berkomunikasi untuk saling mengisi.
Yang pelajar, biarlah merumuskan hal2 akademik. Yang doyan penelitian, biarlah melewati hari-harinya dengan riset.
Yang guru/dosen, biarlah menanamkan jiwa2 kepedulian dari sang pelita “Florence Nightingale”.
Yang praktisi, biarlah melayani dengan kasih, penuh kiat dan seni kemanusiaan.
Sementara ijinkan kami terus belajar tentang hukum, sosial dan mengambil kebijakan yang pro perawat, kesehatan dan rakyat.
Tetap Semangat !
Saatnya Perubahan dinyatakan.
Salam Cinta dari JogjaMuda untuk Indonesia Jaya !
To Mas Eko… Keren deh…Selamat berjuang…
Mas Subhan, mari bersama-sama gerakan temen-temen agar mengenal Politik. Apalagi temen-temen yang ada di daerah, nasib saudara ada di mereka. Bila belum bisa masuk jadi Caleg, jalinlah hubungan dengan wakil-wakil yang peduli dengan profesi kita.
Sampai jumpa pada puncak kesuksesan profesi kita.
wah semoga langkah mas Eko mendapat dukungan dari seluruh perawat di daerahnya, dan semoga bila terpilih dapat mengembankan amanah yang dipikulnya…
@Bung Jason,
@Bung Admin,
Salam kenal ‘n thx abis….
semoga doa dan dukungan anda tidak sia-sia. Namun mari selalu berkomunikasi, agar spirit kita bersama dapat saling terjaga.
Trims.
Salam Pelita Nightingale !
Salam Cinta dari JogjaMuda untuk Indonesia Jaya !
@Eko
sama2 pak, salam kenal juga…
sering-sering aja kirim artikel kesini, biar lebih bermanfaat buat yang lain…
salam keperawatan…
Nice blog, wah artikelnya bagus banget!setuju kang Subhan, para perawat kita harus lebih berani maju di panggung politik. Maju terus perawat Indonesia
Assalamu’alaikum….
salam kenal dan ijinkan saya bergabung dengan blog mas subhan
ya…. saya sependapat dgn tmn2 diatas
memang kebanyakan dari temen2 kita hanya sibuk dengan askep2 dan pelayanan mereka di bangsal
bahkan banyak tmn2 sy ogak klo diajak bicara soal politik
padahal dg politik kita bisa berusaha untuk lbh berpihak pada rakyat dg membuat kebijakan
seperti yg diungkapkan mas subhan, memang blm ada anggota dewan yg kemudian memperjuangkan undang2 keperawatan…
tapi justru itulah siapa lg klo bukan kita PERAWAT sendiri yang kemudian memperjuangkan kepentingan perawat untuk bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat dan bangsa Indonesia
percayalah selama matahari bersinar harapan PERAWAT AKAN BANGKIT masih ada!!!!
TERUS BERJUANG
TETAP SEMANGAT
ALLOHUAKBAR…!!!
salam kenal dari “RUFAIDAH” perawat muslimah dari Magelang
Wassalamu’alaikum…
setuju, perawat bermain dalam kancah politik itu perlu, supaya bisa membantu indonesia menjadi negara yang lebih Adil dan sejahtera 8