<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Perawat &#187; opini</title>
	<atom:link href="http://perawat.web.id/category/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://perawat.web.id</link>
	<description>Just another WordPress site</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 15:18:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Perawat Entrepreneur</title>
		<link>http://perawat.web.id/perawat-entrepreneur/</link>
		<comments>http://perawat.web.id/perawat-entrepreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 12:33:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Keperawatan]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Perawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perawat.web.id/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari yang lalu sempat sy chatting bareng mas Doni, mulai dari masalah pribadi, profesi perawat sampai pengalaman wirausaha. Saya sangat setuju apa yang dikatakan mas Doni bahwa kita sebagai perawat sudah saatnya menghidupi profesi perawat agar bisa lebih maju, &#8230; <a href="http://perawat.web.id/perawat-entrepreneur/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua hari yang lalu sempat sy chatting bareng mas Doni, mulai dari masalah pribadi, profesi perawat sampai pengalaman wirausaha.</p>
<p>Saya sangat setuju apa yang dikatakan mas Doni bahwa kita sebagai perawat sudah saatnya <strong>menghidupi </strong>profesi perawat agar bisa lebih maju, bukan <strong>hidup </strong>dari profesi perawat.</p>
<p>Mungkin ide mas Doni untuk membuat suatu komunitas perawat pebisnis sangat bagus.</p>
<p>Perawat entrepreneur mungkin bisa diartikan sebagai perawat yang mempunyai jiwa wirausaha.</p>
<p>Entrepreneur/wirausaha/pebisnis,  yang tidak dikenali seperempat abad lalu, saat ini diajarkan sebagai mata kuliah di universitas di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, ratusan perguruan tinggi mengajarkan itu. Apakah ini benar-benar fenomena baru? Tidak persis demikian. Kita sebenarnya dilahirkan sebagai entreperneur. Keberanian, kreativitas, dan inisiatif  semuanya adalah sifat yang dimiliki seseorang sejak lahir. Itu alami, melekat dalam diri kita, Tinggal masalahnya, buatlah kemampuan itu muncul dan bekerja optimal . Kita sebagai perawat sudah pernah memenangkan persaingan yang paling akbar di jagat raya ini yaitu 700 juta sel sperma yang bersaing membuahi ovum. Kitalah pemenangnya. Lalu berkembang menjadi bayi, bayi manapun di dunia ini, sebelum mereka dibanjiri nilai-nilai dan peraturan masyarakat, tanpa perlu ikut seminar tentang ”berjalan”, ia belajar berjalan sampai bisa. Setiap kali si bayi yang belajar berjalan, ia tersandung dan terjatuh kemudian bangkit lagi. Bayi itu pun belajar berbicara tanpa perlu mengikuti kurus bahasa. Sayangnya, semua kelebihan itu hilang ketika ia memasuki institusi yang kita sebut sekolah.<span id="more-90"></span></p>
<p>Pertanyaannya adalah adakah institusi di dunia ini yang bisa mengajari  cara menjalankan bisnis kita sendiri?, kalau kita sebut beberapa kursus atau jurusan bisnis dengan nama-nama tetentu yang ditawarkan oleh universitas atau sebuah lembaga kursus. Terus terang, itu semua tidak  mengajarkan kita bagaimana menjalankan bisnis  untuk diri kita sendiri. Mereka hanya mengajarkan kita bagaimana menjalankan bisnis untuk orang lain! Kalau kita mengikuti kursus akuntansi, yang diajarkan   adalah bagaimana kita menghitung uang orang lain.</p>
<p>Entrepeneur bagi perawat bisa dipelajari sambil melakukannya <strong><em>(learning by doing)</em></strong>, namun harus diingat bahwa wawasan tentang jenis usaha yang akan dipilih tetap sangat diperlukan karena jika tanpa hal itu sama dengan menyelam ke dasar laut tanpa tabung gas.</p>
<p>Saya sebagai kepala ruangan di sebuah RS merasa pusing bila ditanya masalah penghasilan dan ketentraman hati. Saat perawat ditanya berapa tabungan di Bank?, berapa deposito anda?, kapan anda ke tanah suci?, seberapa banyak aset yang anda miliki? apakah anda sering menunggu gaji bulanan?, Apakah sering terjadi konflik di tempat kerja gara-gara  honor yang tidak sesuai?, apakah hati anda tidak tenang menghadapi masa depan?. Apakah otak mulai panas saat harga-harga melambung tinggi?. Tapi itulah kenyataan yang terjadi dilapangan.</p>
<p>Dalam bidang pekerjaan apapun, yang namanya income harian, mingguan, bulanan, tahunan dan &#8220;dadakan&#8221;, semuanya penting terpenuhi. Tetapi selain itu kita masih bisa melakukan hal lain, banyak bisnis/usaha yang bisa dilakukan perawat, jadi sambil bekerja sebagai perawat, namun memiliki usaha sampingan di bidang wirausaha.</p>
<p>Bekerja di luar negeri bisa menjadi langkah awal menjadi pebisnis dan investor. Perawat di luar negeri rata-rata mencapai gaji 10 x lipat perawat di Indonesia. Sebelum menjadi pengusaha kita memang perlu modal finansial dan modal karakter.</p>
<p>Setiap orang, siap atau tidak, kondisi akan mendorongnya menjadi seorang entrepreneur, sekarang  jaman sudah berubah.</p>
<p>Rujukan: <a href="http://iyusyosep.wordpress.com/2008/09/15/nursing-entrepreneur/#more-4" target="_blank">iyusyosep.wordpress.com</a>, <a href="http://mediaperawat.blogspot.com/2009/02/apakah-kamu-kaya.html" target="_blank">mediaperawat.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perawat.web.id/perawat-entrepreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Networking Bagi Perawat*</title>
		<link>http://perawat.web.id/pentingnya-networking-bagi-perawat/</link>
		<comments>http://perawat.web.id/pentingnya-networking-bagi-perawat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 06:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusw</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[keperawatan networking]]></category>
		<category><![CDATA[Perawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perawat.web.id/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang bilang kalo perawat cuma bisa eksis di rumah sakit? kalau dulu perawat dikenal hanya bisa bekerja di rumah sakit, fakta masa kini sudah berbicara lain. Sudah banyak perawat yang eksis di luar profesi utamanya sebagai perawat, entah sebagai &#8230; <a href="http://perawat.web.id/pentingnya-networking-bagi-perawat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang bilang kalo perawat cuma bisa eksis di rumah sakit? kalau dulu perawat dikenal hanya bisa bekerja di rumah sakit, fakta masa kini sudah berbicara lain. Sudah banyak perawat yang eksis di luar profesi utamanya sebagai perawat, entah sebagai pedagang MLM, menjadi trainer, sampai menjadi konsultan di bidang Teknologi Informasi yang tentu saja semuanya masih berhubungan dengan dunia keperawatan.</p>
<p><img class="alignright" title="networking" src="http://www.rachel-levy.com/wp-content/uploads/2009/01/networking2.jpg" alt="" width="341" height="195" />Namun pencapaian tersebut tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan individu di bidang-bidang lain yang kita minati, selain itu perawat juga perlu meningkatkan kualitas jaringan/<em>networking </em>baik terhadap sesama perawat maupun dengan orang-orang lain di luar lingkungan keperawatan.<span id="more-103"></span></p>
<p>Bila kita lihat ilustrasi di atas, ada berbagai macam warna yang masing-masing warna terdiri dari lebih satu orang. yang ingin digambarkan ilustrasi di samping adalah: warna yang berbeda menggambarkan keberagaman profesi yang ada di sekitar perawat baik di rumah sakit maupun di lingkungan lain seperti lingkungan rumah, pengajian, gereja, atau perkumpulan-perkumpulan lain yang masing-masing memiliki sejumlah orang di dalamnya.</p>
<p>dengan meningkatkan kualitas <em>networking </em>perawat diharapkan kemudahan dan keberagaman informasi akan didapatkan perawat untuk terus meng<em>improve </em>keahliannya, dan dengan <em>networking </em>pula informasi mengenai keahlian diri kita akan sampai lebih cepat dan lebih banyak ke orang lain. Semakin luas jaringan yang kita bangun akan semakin luas pula area informasi yang  di dapat, demikian pula informasi mengenai diri kita akan semakin luas tersebar. Makanya jangan heran bila melihat hanya segelintir perawat yang bisa sukses di berbagai bidang dan sepintas terlihat tidak berhubungan dengan dunia keperawatan, hal itu karena memang baru sedikit perawat yang menyadari pentingnya <em>networking </em>bagi pengembangan diri mereka, kebanyakan dari perawat masih berpikir bahwa perawat hanya sebatas perkara bertemu klien dan memberikan obat orderan dokter.</p>
<p>Ayo kita mulai membangun jaringan seluas-luasnya dari sekarang&#8230;!!!</p>
<p>*postingan ini juga dipublikasikan di <a href="http://doni.perawatonline.com/2009/03/20/pentingnya-net…g-bagi-perawatpentingnya-networking-bagi-perawat/">blog pribadi penulis</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perawat.web.id/pentingnya-networking-bagi-perawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadikan Hobi sebagai profesi sampingan *</title>
		<link>http://perawat.web.id/menjadikan-hobi-sebagai-profesi-sampingan/</link>
		<comments>http://perawat.web.id/menjadikan-hobi-sebagai-profesi-sampingan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 08:27:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusw</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[pendapatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perawat.web.id/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Itu yang saya alami dalam menjalani beberapa hobi saya seperti utak-atik hardware komputer, mendesain web, dan yang terbaru adalah fotografi. Sebagai seorang mahasiswa keperawatan sudah jelas saya memiliki tujuan utama untuk menjadi perawat profesional yang menjalankan tugasnya sesuai dengan konsep &#8230; <a href="http://perawat.web.id/menjadikan-hobi-sebagai-profesi-sampingan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Itu yang saya alami dalam menjalani beberapa hobi saya seperti utak-atik hardware komputer, mendesain web, dan yang terbaru adalah fotografi. Sebagai seorang mahasiswa keperawatan sudah jelas saya memiliki tujuan utama untuk menjadi perawat profesional yang menjalankan tugasnya sesuai dengan konsep profesinya sebagai <em>care provider</em>.</p>
<p>Namun sebagai manusia biasa tentu saja saya memiliki kegiatan selain di bidang keperawatan yang saya senangi dan lumayan saya seriusi hingga akhirnya mendatangkan income yang lumayan bagi saya. bagi saya menjadi perawat adalah panggilan hati yang memang diawali oleh keputusan keluarga yang membuat saya memiliki kesempatan untuk mengenal keperawatan lebih dekat seperti sekarang ini, dan sebetulnya saya tidak ingin menggantungkan hidup saya sebagai perawat tapi sebaliknya, saya ingin menghidupi profesi ini agar bisa menjadi lebih baik lagi.<span id="more-86"></span></p>
<p>aahh&#8230; kenapa malah ngelantur ke permasalahan perawat, kembali kepada hobi yang saya jadikan sebagai profesi sampingan&#8230; yup saya memiliki hobi bongkar-pasang komputer sejak duduk di bangku SMA hingga sekarang, hobi ini menjadikan saya cukup paham tentang cara kerja sebuah komputer dan sedikit banyak mengetahui permasalahan yang sering muncul dan bagaimana cara mengatasinya, dan lambat laun menjadi pemasukan yang lumayan tiap kali saya bisa membetulkan komputer teman yang rusak, dan bahkan ada juga yang membeli komputer lewat saya.</p>
<p>Hobi yang kedua adalah membangun website menggunakan CMS seperti <a href="http://www.joomla.org/">Joomla</a> dan <a href="http://www.wordpress.org/">WordPress</a>. Awalnya saya hanya terobsesi dengan membuat blog pribadi saya sendiri, tapi akhirnya saya berpikir lagi kenapa tidak saya jadikan saja hobi ini sebagai pemasukan sampingan seperti hobi saya sebelumnya&#8230;hehe&#8230; dan lagi-lagi kemudahan rizki datang kepada saya (Alhamdulillah), saya mendapatkan order pertama saya di <a href="http://www.minyakjelantah.com/">minyakjelantah.com</a> dan terus berlanjut hingga sekarang order-order lainnya.</p>
<p>selanjutnya kita sampai pada hobi terbaru saya, yaitu fotografi. saya baru memegang kamera DSLR sekitar satu bulan yang lalu yaitu sekitar bulan Januari 2009, saya memiliki kamera Canon EOS 1000D. khusus hobi yang ini prosesnya tidak seperti dua hobi sebelumnya, kalau sebelumnya diawali dari hobi lalu menjadi profesi sampingan, kalau yang ini memang dari awal sudah diniatkan sebagai profesi sampingan selain menjadi perawat yaitu sebagai fotografer pernikahan, dan Alhamdulillah lagi tidak lama lagi saya akan mendapatkan job pertama saya seperti yang sudah saya ceritakan pada postingan saya sebelum ini.</p>
<p>pada intinya yang ingin saya sampaikan disini adalah, janganlah takut untuk mencari profesi sampingan/profesi alternatif apalagi bila idealisme Anda adalah bahwa Anda ingin menghidupi profesi utama Anda, bukan bergantung hidup dari dari profesi tersebut.</p>
<p>*<a href="http://doni.perawatonline.com">juga dipublikasikan di blog pribadi penulis</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perawat.web.id/menjadikan-hobi-sebagai-profesi-sampingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
