Posted on May 5th, 2009 by perawat
Filed under Info Kesehatan |

Nowadays, some people want to have a better performance of him/her body. Sometimes they try to ‘change’ their body becomes bigger and strong. They want to have a bigger muscle as like an athlete. In order to get that body appearance, they buy some muscle building supplements to increase their muscle size and strength and sports nutritional products to enhance their sports performance.
There are some muscle building products that has been known can increase the muscle mass, include :
1. Amino acids
This is the most popular supplement. Why? It is because amino is the product of protein digest that known as the building blocks from your muscle. More muscle you have, more amino acids needed to save muscle and to grow. So, you need eat more protein in your meals.
2. MRP-Meal Replacement Powder, Bar, Ready To Drink (RTD), Protein Powder
This product can be used in 2 - 4 times/day to increase your frequency and quantity of protein eating.
3. Creatine
Creatine is an amazing muscle and strength builder. It is natural, found in red meat, and has been proven safe. Eat it 10 gram/day, be sure that you drink 8-10 glass of water every day, the function is to replace the loss of ATP because of hard exercise.
4. Glutamine
Glutamine is an incredible muscle builder that also increases your natural growth hormone and immunity. Eat it 4-5 gram after exercise and 4-5 gram every after 2 or 3 times eat. The function is to replace glycogen and glutamine.
5. HMB (Beta Hydroxy beta-methylbutyrate): 3 gram/day, prevent from destruction of muscle protein.
6. Thermogenic : increase the body metabolism and fat burning.
7. Beta Ecdysteron plus Methoxy Isoflavone: 3 times/day, breakfast, after exercise, and night, eating with protein meals.
The function is to decrease the destruction of muscle protein.
8. Essential Fatty Acid (EFA), consumed every eating in 3 times/day.
The function is to save the level of healthy hormone.
9. Antioxide: to save the body immune system.
Posted on March 27th, 2009 by
Filed under Artikel Keperawatan, opini |
Dua hari yang lalu sempat sy chatting bareng mas Doni, mulai dari masalah pribadi, profesi perawat sampai pengalaman wirausaha.
Saya sangat setuju apa yang dikatakan mas Doni bahwa kita sebagai perawat sudah saatnya menghidupi profesi perawat agar bisa lebih maju, bukan hidup dari profesi perawat.
Mungkin ide mas Doni untuk membuat suatu komunitas perawat pebisnis sangat bagus.
Perawat entrepreneur mungkin bisa diartikan sebagai perawat yang mempunyai jiwa wirausaha.
Entrepreneur/wirausaha/pebisnis, yang tidak dikenali seperempat abad lalu, saat ini diajarkan sebagai mata kuliah di universitas di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, ratusan perguruan tinggi mengajarkan itu. Apakah ini benar-benar fenomena baru? Tidak persis demikian. Kita sebenarnya dilahirkan sebagai entreperneur. Keberanian, kreativitas, dan inisiatif semuanya adalah sifat yang dimiliki seseorang sejak lahir. Itu alami, melekat dalam diri kita, Tinggal masalahnya, buatlah kemampuan itu muncul dan bekerja optimal . Kita sebagai perawat sudah pernah memenangkan persaingan yang paling akbar di jagat raya ini yaitu 700 juta sel sperma yang bersaing membuahi ovum. Kitalah pemenangnya. Lalu berkembang menjadi bayi, bayi manapun di dunia ini, sebelum mereka dibanjiri nilai-nilai dan peraturan masyarakat, tanpa perlu ikut seminar tentang ”berjalan”, ia belajar berjalan sampai bisa. Setiap kali si bayi yang belajar berjalan, ia tersandung dan terjatuh kemudian bangkit lagi. Bayi itu pun belajar berbicara tanpa perlu mengikuti kurus bahasa. Sayangnya, semua kelebihan itu hilang ketika ia memasuki institusi yang kita sebut sekolah. Read the rest of this entry »
Posted on February 27th, 2009 by
Filed under Asuhan Keperawatan |
Definisi
Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan oleh panas, arus listrik, bahan kimia dan petir yang mengenai kulit, mukosa dan jaringan yang lebih dalam (Irna Bedah RSUD Dr.Soetomo, 2001).
Etiologi
- Luka Bakar Suhu Tinggi(Thermal Burn)
-
- Gas
- Cairan
- Bahan padat (Solid)
- Luka Bakar Bahan Kimia (hemical Burn)
- Luka Bakar Sengatan Listrik (Electrical Burn)
- Luka Bakar Radiasi (Radiasi Injury)
Fase Luka Bakar
-
- Fase akut.
Disebut sebagai fase awal atau fase syok. Dalam fase awal penderita akan mengalami ancaman gangguan airway (jalan nafas), brething (mekanisme bernafas), dan circulation (sirkulasi). Gnagguan airway tidak hanya dapat terjadi segera atau beberapa saat setelah terbakar, namun masih dapat terjadi obstruksi saluran pernafasan akibat cedera inhalasi dalam 48-72 jam pasca trauma. Cedera inhalasi adalah penyebab kematian utama penderiat pada fase akut.
Pada fase akut sering terjadi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit akibat cedera termal yang berdampak sistemik.
-
- Fase sub akut.
Berlangsung setelah fase syok teratasi. Masalah yang terjadi adalah kerusakan atau kehilangan jaringan akibat kontak denga sumber panas. Luka yang terjadi menyebabkan:
- Proses inflamasi dan infeksi.
- Problempenuutpan luka dengan titik perhatian pada luka telanjang atau tidak berbaju epitel luas dan atau pada struktur atau organ - organ fungsional.
- Keadaan hipermetabolisme.
-
- Fase lanjut.
Fase lanjut akan berlangsung hingga terjadinya maturasi parut akibat luka dan pemulihan fungsi organ-organ fungsional. Problem yang muncul pada fase ini adalah penyulit berupa parut yang hipertropik, kleoid, gangguan pigmentasi, deformitas dan kontraktur. Read the rest of this entry »
|
|